Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi Beras Banyuwangi Melonjak! Surplus 174 Ribu Ton Siap Topang Cadangan Pangan Nasional

Produksi Beras Banyuwangi Melonjak! Surplus 174 Ribu Ton Siap Topang Cadangan Pangan Nasional

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan kinerja positif di sektor pertanian. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, produksi beras di wilayah tersebut mencapai 255.257 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang tercatat 81.252 ton. Dengan capaian tersebut, Banyuwangi berhasil membukukan surplus beras sekitar 174 ribu ton pada semester pertama tahun ini.

Surplus tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Sebagian hasil produksi beras didistribusikan ke berbagai daerah melalui Perum Bulog.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, tetap mampu menjaga produktivitas secara konsisten dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Pembentukan Koperasi Merah Putih di Trenggalek: Sinergi Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

“Alhamdulillah kinerja baik bidang pertanian khususnya tanaman pangan Banyuwangi bisa terus kami pertahankan. Produksi beras Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus. Begitu juga di semester awal tahun 2026 ini,” ujar Ipuk.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, serta berbagai program peningkatan produktivitas yang terus dijalankan secara berkelanjutan.

Selain mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal, surplus beras Banyuwangi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, terutama melalui penyerapan gabah dan distribusi beras oleh Perum Bulog.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong berbagai program untuk mempertahankan produktivitas pertanian. Upaya tersebut meliputi optimalisasi luas tanam, perbaikan jaringan irigasi, pendampingan kepada petani, penggunaan benih unggul, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Baca Juga :  BULOG Peduli Hijau Perkuat Konservasi Lingkungan dan Kesejahteraan Petani di Sampang

Keberhasilan menjaga produksi beras dinilai menjadi modal penting bagi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sektor pertanian, capaian surplus ini menunjukkan ketahanan sektor pangan daerah tetap terjaga.

Pemerintah berharap produktivitas tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Banyuwangi tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri, tetapi juga terus mendukung ketersediaan beras di berbagai daerah Indonesia melalui cadangan pangan nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terbaru