Harga Cabai Anjlok Akibat Minimnya Serapan Industri dan Pengiriman ke Jabodetabek

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 29 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan, penurunan harga cabai terjadi secara signifikan di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, sebagaimana dirilis oleh Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) pada Jumat, 28 Maret 2025.

Salah satu penyebab utama dari anjloknya harga adalah terhentinya serapan dari industri serta tidak adanya pengiriman ke wilayah Jabodetabek.

Harga Cabai Rawit Merah (CRM) mengalami penurunan yang cukup drastis. Varietas Ori 212 dan Brengos 99 yang sebelumnya dijual seharga Rp77.000 per kilogram kini turun Rp22.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.

Sementara itu, varietas Asmoro 043 yang sebelumnya berada di angka Rp72.000 kini turun menjadi Rp50.000 per kilogram.

Cabai lokal Kediri yang juga dijual dengan harga awal Rp72.000 mengalami penurunan serupa menjadi Rp50.000 per kilogram.

Baca Juga :  Kapolres Lamongan dan Disperindag Sidak Pasar Sidoharjo untuk Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Selain itu, cabai Prentol/Tumi 99 yang sebelumnya seharga Rp63.000 kini turun Rp25.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, menyebutkan bahwa ketidakstabilan harga cabai ini disebabkan oleh minimnya serapan industri dan tidak adanya ekspedisi yang datang ke Jabodetabek.

Kondisi ini berdampak langsung pada para petani cabai yang kesulitan menjual hasil panennya dengan harga yang menguntungkan.

Selain Cabai Rawit Merah, harga Cabai Merah Besar (CMB) juga mengalami penurunan.

Varietas Gada MK yang sebelumnya dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram kini hanya dihargai Rp27.000 setelah turun Rp18.000.

Sementara itu, varietas Imola yang sebelumnya dihargai Rp43.000 kini mengalami penurunan sebesar Rp18.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Baca Juga :  Strategi UMKM Dalam Menjaga Kualitas Produk dan Meningkatkan Pangsa Pasar

Cabai Merah Keriting (CMK) juga tidak luput dari tren penurunan harga.

Varietas Boos Tavi yang sebelumnya berada di harga Rp40.000 per kilogram kini turun Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Sementara itu, varietas Sibad yang awalnya dijual Rp38.000 per kilogram kini mengalami penurunan harga sebesar Rp15.000 menjadi Rp23.000 per kilogram.

Minimnya pengiriman ke wilayah Jabodetabek menjadi faktor utama dalam penurunan harga ini.

Selain itu, serapan industri yang libur turut memperburuk kondisi pasar. Satu-satunya pengiriman yang masih terjadi adalah ke wilayah Kalimantan dengan jumlah terbatas, yakni tiga ton cabai rawit.

Sementara itu, pasokan cabai dari berbagai daerah juga masih berlangsung dalam jumlah yang cukup besar.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Induk Pare Menurun, Pasokan Tetap Melimpah

Cabai Rawit Merah yang berasal dari Kediri dan Blitar mencapai 37 ton, sementara pasokan Cabai Merah Besar dari Kediri, Jombang, dan Tuban tercatat sebanyak 15 ton.

Adapun Cabai Merah Keriting yang berasal dari Kediri dan Blitar berjumlah satu ton.

Dampak dari kondisi ini sangat dirasakan oleh para petani, mengingat harga cabai yang terus menurun dapat menyebabkan kerugian besar.

Diharapkan adanya langkah-langkah yang bisa diambil untuk menstabilkan harga, baik melalui peningkatan serapan industri maupun kelancaran distribusi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasar Legi Ponorogo Kembali Beroperasi Setelah Libur Lebaran
Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam di Sumenep Usai Lebaran
Nasi Krawu Gresik: Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera
Keberkahan Lebaran: Meningkatnya Permintaan Lontong di Bondowoso
Keunikan Sarapan di Pasar Srimangunan, Magnet bagi Pemudik di Sampang
Batu Ekonomis Park: Destinasi Wisata Terjangkau yang Hadir dengan Konsep Baru
Elmara Cake Tuban Banjir Pesanan Jelang Idulfitri, Omzet Meningkat Drastis
Pasokan Hanya untuk Kebutuhan Lokal, Serapan Cabai di Hari Lebaran Nihil

Berita Terkait

Wednesday, 2 April 2025 - 21:00 WIB

Pasar Legi Ponorogo Kembali Beroperasi Setelah Libur Lebaran

Wednesday, 2 April 2025 - 20:30 WIB

Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam di Sumenep Usai Lebaran

Wednesday, 2 April 2025 - 20:00 WIB

Nasi Krawu Gresik: Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera

Wednesday, 2 April 2025 - 19:00 WIB

Keunikan Sarapan di Pasar Srimangunan, Magnet bagi Pemudik di Sampang

Tuesday, 1 April 2025 - 21:00 WIB

Batu Ekonomis Park: Destinasi Wisata Terjangkau yang Hadir dengan Konsep Baru

Berita Terbaru

Berita

Pasar Legi Ponorogo Kembali Beroperasi Setelah Libur Lebaran

Wednesday, 2 Apr 2025 - 21:00 WIB

Berita

Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam di Sumenep Usai Lebaran

Wednesday, 2 Apr 2025 - 20:30 WIB

Berita

Nasi Krawu Gresik: Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera

Wednesday, 2 Apr 2025 - 20:00 WIB