OPOP Expo 2025 Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Jaringan Alumni dan Produk Unggulan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Program One Pesantren One Product (OPOP) kembali menjadi sorotan dalam ajang OPOP Expo 2025, yang menghadirkan puluhan pesantren dengan beragam produk unggulan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren di Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis kemandirian dan kreativitas.

Endy, salah satu penggerak program OPOP, menjelaskan bahwa sejumlah pesantren peserta kini sudah mampu memperluas jaringan pemasarannya hingga ke luar Jawa Timur.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran alumni pesantren yang ikut membantu dalam membuka peluang pasar baru di berbagai daerah.

Jaringan alumni inilah yang kemudian menjadi kekuatan ekonomi baru bagi lembaga pesantren.

Ia menilai, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa program OPOP mampu menggerakkan ekonomi pesantren secara nyata, tidak hanya untuk lembaga pendidikannya, tetapi juga untuk santri dan alumninya.

Baca Juga :  Pentingnya Inovasi Produk bagi UMKM untuk Bertahan dan Berkembang

“Banyak pesantren yang sudah punya jejaring bisnis kuat berkat sinergi antara santri dan alumni. Inilah yang perlu terus diperkuat agar pesantren bisa semakin berdaya dan mandiri,” jelasnya.

Endy juga menambahkan bahwa OPOP Expo 2025 diikuti oleh sekitar 40 pesantren dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Setiap peserta menampilkan produk-produk unggulan yang dikembangkan secara mandiri di lingkungan pesantren.

Produk yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan (kriya), produk fashion, hingga inovasi berbasis digital yang dihasilkan oleh para santri muda.

Selain menampilkan potensi produk, ajang ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pesantren, pelaku usaha, dan lembaga keuangan daerah.

Salah satu bentuk dukungan konkret datang dari Bank Jatim, yang memberikan fasilitas pembiayaan dan modal usaha bagi pesantren yang ingin mengembangkan produknya ke tingkat yang lebih luas.

Baca Juga :  Cara Membuat Produk UMKM Berkualitas Konsisten: Rahasia Menjaga Kepercayaan Konsumen

Melalui kemitraan ini, diharapkan para pelaku usaha pesantren dapat meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat strategi pemasaran mereka.

Endy menegaskan bahwa semangat utama dari OPOP adalah memberdayakan pesantren agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Menurutnya, kemandirian ekonomi pesantren tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan spiritual masyarakat di sekitarnya.

“Kami ingin program ini menjadi gerakan ekonomi umat yang berkelanjutan. Pesantren tidak hanya mandiri dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam ekonomi,” tuturnya.

Selain pameran produk, OPOP Expo 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti workshop kewirausahaan santri, pelatihan branding produk lokal, serta talkshow tentang akses permodalan dan strategi pemasaran digital.

Baca Juga :  Membangun Jaringan dan Aktif Berpromosi: Strategi Cerdas UMKM di Era Digital

Kegiatan ini dirancang agar para peserta tidak hanya mendapatkan eksposur pasar, tetapi juga ilmu praktis yang dapat diterapkan di pesantren masing-masing.

Melalui ajang tahunan ini, pemerintah provinsi bersama mitra strategis berkomitmen terus mendorong pesantren menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kuat.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga berjiwa wirausaha.

Program OPOP sendiri kini menjadi ikon pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren di Jawa Timur, yang telah melahirkan banyak brand lokal unggulan.

Dengan dukungan jejaring alumni, lembaga keuangan, dan pemerintah, pesantren kini tidak lagi sekadar lembaga pendidikan tradisional, melainkan juga motor penggerak ekonomi kreatif dan inklusif di daerah.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru