Kemendag Pastikan Stok dan Harga Minyak Goreng MINYAKITA Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 5 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru, pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng rakyat MINYAKITA.

Kementerian Perdagangan melalui Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Mario Josko, melakukan pemantauan langsung di dua lokasi strategis,

yaitu Pasar Pucang Anom dan fasilitas produksi PT Mahesi Agri Karya yang berada di kawasan industri Rungkut, Surabaya.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa baik stok maupun harga MINYAKITA tetap sesuai standar pemerintah.

Mario menjelaskan bahwa pemantauan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif agar masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga wajar dan stok yang memadai.

Dari hasil pengecekan lapangan, ia menyatakan bahwa ketersediaan MINYAKITA di Surabaya berada dalam kondisi aman.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Jatim Naik Lagi, Penyerapan Lokal Jadi Pemicu

Harga yang ditemukan juga berada dalam rentang stabil, bahkan di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yaitu Rp15.700 per liter.

Namun, Mario mengakui bahwa harga di tingkat pengecer terkadang melampaui HET bukan karena kenaikan dari produsen, melainkan dari pola distribusi yang kurang tepat.

Beberapa pedagang kecil mengambil barang dari pengecer lain, sehingga memicu penambahan harga berlapis sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.

“Di sejumlah lokasi, harga naik karena barang berpindah dari toko ke toko. Setiap perpindahan ini menambah margin sehingga harga menjadi lebih tinggi,” jelasnya, Jumat (5/12/2025).

Meski ada dinamika seperti itu, secara umum kondisi pasokan MINYAKITA menjelang Nataru tetap terjaga.

Mario menegaskan bahwa harga nasional juga relatif stabil selama satu bulan terakhir.

Baca Juga :  Ramadhan Kreatif Fest 2025: Upaya Surabaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif

Dengan demikian, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat selama periode liburan akhir tahun dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, hingga pengecer bisa menjaga kestabilan ini hingga puncak perayaan.

Sebagai langkah preventif terhadap potensi lonjakan konsumsi jelang Nataru, Kementerian Perdagangan memperkuat koordinasi dengan Satgas Pangan, dinas perdagangan provinsi dan kota, termasuk para produsen dan distributor minyak goreng.

Tujuan koordinasi ini adalah memastikan distribusi MINYAKITA berjalan lancar dan tidak terhambat oleh masalah teknis atau kendala logistik.

Pemerintah menekankan pentingnya menjaga alur distribusi tetap efektif, agar pasokan tidak tersendat dan harga tidak melonjak tajam.

Hasil pemantauan ini juga dikonfirmasi oleh pedagang. Salah satu pedagang di Pasar Pucang Anom, Maisyaroh, mengungkapkan bahwa MINYAKITA termasuk produk minyak goreng yang paling stabil harga dan pasokannya.

Baca Juga :  Perubahan Iklim Uji Ketahanan Pangan Nasional, Distribusi dan Teknologi Jadi Kunci

Menurutnya, meskipun persediaan yang ia terima terbatas—sekitar lima karton berisi 12 bungkus setiap bulan—ia tetap bisa menjualnya dengan harga terjangkau kepada para pelanggan.

“Dibandingkan merek lain, MINYAKITA memang lebih stabil. Saya jual Rp15 ribu per bungkus, stoknya ada, tapi kalau bisa ditambah,” tuturnya.

Melalui pemantauan ini, Kemendag memastikan bahwa masyarakat Surabaya dan sekitarnya dapat membeli MINYAKITA dengan harga sesuai ketentuan.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, terutama pada periode yang identik dengan meningkatnya konsumsi dan mobilitas masyarakat.

Dengan pengawasan yang intensif, diharapkan tidak ada gejolak harga maupun kekurangan pasokan yang merugikan konsumen di penghujung tahun.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru