Progres Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Slopeng Dipercepat, Babinsa Turun Langsung Kawal Kualitas Proyek

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 6 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Dusun Tajjan Laok, Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep,

kini terus digenjot untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur yang kelak menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Proses percepatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung aparat kewilayahan, salah satunya dari Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk yang hadir memantau pekerjaan di lapangan pada Sabtu (6/12/2025).

Serka M. Umar, Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut, melakukan monitoring secara menyeluruh pada titik pembangunan.

Dalam kunjungannya, ia berkoordinasi dengan kepala tukang, Kusno, untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana.

Pekerjaan pondasi, konstruksi cakar ayam, serta penggunaan material seperti cor, besi, dan batu gunung menjadi fokus utama pemantauan teknis hari itu.

Menurut Serka Umar, pengawasan lapangan menjadi faktor penting agar bangunan koperasi memiliki kualitas yang kokoh dan tahan lama.

Baca Juga :  Satgas Pangan Situbondo Sidak Distributor Beras, Awasi Praktik Oplosan yang Rugikan Konsumen

Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas desa tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus mengacu pada standar konstruksi yang telah ditetapkan.

“Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk dukungan sekaligus memastikan seluruh proses pembangunan mengikuti ketentuan teknis.

Fasilitas ini akan menjadi aset penting bagi masyarakat, jadi kualitasnya harus benar-benar terjamin,” jelasnya.

Selain mengawasi proses teknis, Serka Umar juga menyampaikan harapan agar koperasi tersebut mampu berfungsi maksimal sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat Slopeng.

Menurutnya, keberadaan koperasi desa dapat membuka peluang usaha baru, menjadi ruang transaksi ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Dengan adanya koperasi ini, semoga roda ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih baik. Kami ingin fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Edukasi Petani Tembakau di Lumajang Tingkatkan Produksi dan Inovasi Organik

Di sisi lain, kepala tukang Kusno menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan Babinsa.

Menurutnya, keterlibatan aparat di lapangan membantu menumbuhkan kedisiplinan kerja, memperjelas koordinasi, dan membuat proses pembangunan lebih lancar.

Ia menuturkan bahwa pengawasan rutin yang dilakukan juga mampu memberi motivasi kepada para pekerja agar tetap menjaga kualitas pekerjaan dan mengikuti target waktu yang sudah direncanakan.

“Pendampingan ini sangat membantu kami dalam menjaga ritme pekerjaan. Dengan komunikasi yang baik, kami semakin yakin pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kusno.

Pembangunan koperasi ini tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada harapan besar untuk membuka ruang ekonomi baru bagi warga setempat.

Baca Juga :  Lahan Tembakau di Bojonegoro Meluas Hingga 15.959 Hektare pada 2024, Ini Penyebabnya

Koperasi menjadi wadah kolektif yang mampu menggerakkan usaha kecil, perdagangan lokal, hingga menjadi tempat pelayanan ekonomi desa yang lebih terstruktur.

Selain itu, kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi titik temu warga dalam berbagai kegiatan produktif, memperkuat solidaritas ekonomi, serta memperluas peluang kerja.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan aparat kewilayahan, Progres pembangunan Kopdes Merah Putih menunjukkan optimisme besar menuju penyelesaian yang tepat waktu.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan yang dikawal secara intensif ini menjadi contoh nyata sinergi antara warga dan aparat untuk menciptakan fasilitas publik yang bermanfaat luas.

Jika progres tetap konsisten, Koperasi Desa Merah Putih segera menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang mampu mendorong kemajuan Desa Slopeng di masa mendatang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru