Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stok Menipis! Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Melonjak Tajam

Stok Menipis! Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Melonjak Tajam

SUMENEP – Harga cabai merah besar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami lonjakan tajam akibat berkurangnya pasokan dari petani. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menjual cabai dengan harga lebih tinggi untuk menyesuaikan biaya kulakan.

Kenaikan harga terjadi di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Anom Baru Sumenep. Selain dipengaruhi stok yang semakin menipis, permintaan masyarakat yang tetap tinggi turut memicu kenaikan harga komoditas tersebut.

Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa stok cabai merah besar dari petani lokal mulai berkurang setelah masa panen berakhir. Akibatnya, pasokan ke pasar tidak lagi mencukupi kebutuhan harian.

“Harga cabai merah besar naik karena stok dari petani mulai berkurang. Pasokan yang masuk ke pasar juga tidak sebanyak biasanya.”

Baca Juga :  Petani Milenial Sumenep Kembangkan Pupuk Organik Cair, Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat pedagang harus mencari stok dari luar daerah. Namun, harga kulakan yang lebih mahal ikut berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.

“Kami terpaksa mengambil cabai dari luar daerah karena stok lokal tidak mencukupi. Harga dari pemasok juga sudah naik.”

Para pedagang berharap pasokan dari sentra produksi segera kembali normal agar harga cabai merah besar dapat berangsur turun. Jika kondisi kekurangan stok terus berlangsung, harga diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Fenomena kenaikan harga cabai merah besar ini menjadi perhatian masyarakat karena merupakan salah satu bahan pokok yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi harga berbagai jenis makanan yang menggunakan cabai sebagai bahan utama.

Baca Juga :  Mentan Amran Sulaiman Tinjau Operasi Pasar Murah di Gresik untuk Stabilkan Harga Pangan

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi apabila distribusi dari daerah penghasil belum kembali normal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terbaru