Inflasi Jawa Timur Maret 2025 Capai 0,77 Persen secara Tahunan, Tarif Listrik Jadi Pemicu Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Diberitakan bahwa pada bulan Maret 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 107,43.

Kenaikan harga ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama tarif listrik dan komoditas kebutuhan pokok.

Inflasi tertinggi secara tahunan tercatat di Kabupaten Banyuwangi, yaitu sebesar 1,89 persen dengan IHK sebesar 108,63.

Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Bojonegoro yang hanya mencapai 0,13 persen, meski IHK-nya juga relatif tinggi yaitu 108,58.

Di sisi lain, Kota Kediri justru mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, dengan nilai IHK terendah di antara wilayah lain, yaitu 106,13.

Baca Juga :  Program Cofiring Biomassa Dongkrak Ekonomi UMKM di Jawa Timur

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, dalam keterangannya pada hari Selasa, 8 April 2025, mengungkapkan bahwa secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,44 persen pada Maret 2025.

Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur yang masuk dalam penghitungan IHK mengalami inflasi bulanan, tanpa pengecualian.

Dari seluruh wilayah, Kabupaten Sumenep menempati posisi tertinggi dalam inflasi m-to-m, yaitu sebesar 1,91 persen.

Tidak hanya Jawa Timur, Zulkipli juga menyampaikan bahwa seluruh provinsi di Indonesia turut mengalami inflasi pada bulan yang sama.

Faktor utama penyebab inflasi m-to-m di Jawa Timur adalah kenaikan tarif listrik.

Komoditas ini memberikan andil paling besar terhadap inflasi, yaitu mencapai 42,82% atau sekitar 0,89 persen dari total inflasi bulan Maret 2025.

Baca Juga :  Ezeelink: Solusi Cerdas untuk Transaksi Elektronik dengan QRIS Terbaik

Kenaikan tersebut berkaitan dengan kebijakan penghapusan potongan tarif listrik sebesar 50% yang sebelumnya dinikmati oleh pelanggan prabayar.

Sejak 1 Maret 2025, pelanggan prabayar mulai dikenakan tarif normal untuk pembelian token listrik.

Sedangkan pelanggan pascabayar masih mendapat manfaat tarif diskon karena pembayaran tagihan bulan Februari baru dilakukan pada bulan Maret.

Selain tarif listrik, beberapa komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah cabai rawit dengan kontribusi 25,36%, bawang merah 34,86%, emas perhiasan 3,99%, telur ayam ras 2,04%, dan beras 1,18%.

Harga beras menjadi perhatian khusus, karena mengalami inflasi di seluruh kabupaten/kota yang dihitung dalam IHK.

Rata-rata harga beras pada bulan Maret 2025 tercatat sebesar Rp14.152 per kilogram, sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Induk Pare Naik, Permintaan Tetap Tinggi

Secara keseluruhan, inflasi yang terjadi di Jawa Timur selama Maret 2025 menunjukkan dampak nyata dari perubahan kebijakan subsidi listrik serta fluktuasi harga bahan pokok di pasar.

Pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak semakin membebani daya beli masyarakat.

Dengan mempertimbangkan penyebab dan dampaknya, inflasi ini dapat menjadi indikator penting dalam perumusan kebijakan ekonomi ke depan,

terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung ketahanan pangan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru